Konservasi Pulau Panjang Tingkatkan Kunjungan Wisata dan Perekonomian Masyarakat

Snorkling Pulau Panjang

Konservasi Pulau Panjang Tingkatkan Kunjungan Wisata dan Perekonomian Masyarakat

Program penenggelaman APR di perairan Pulau Panjang pada tahun 2014 yang merupakan salah satu kegiatan program Konservasi Pulau Panjang memiliki dampak yang positif terhadap sektor ekonomi masyarakat sekitar. Dampak ekonomi yang terjadi yakni terbentuknya peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar yakni usaha persewaan alat snorkeling. Usaha tersebut menjual keindahan bawah laut termasuk APR. Pak Agus adalah salah satu contoh multiplyer effect dari pelaksanaan program penanaman APR yang membuka usaha persewaan snorkeling. Usaha persewaan snorkelingnya dimulai setahun setelah program penanaman APR berlangsung.

Tahun 2016, jumlah penyedia jasa persewaan alat selam atau snorkeling bertambah menjadi 2 orang.  Saat ini total ketersediaan alat snorkeling di Pulau Panjang sebanyak 40 set. Biaya snorkeling di Pulau Panjang Jepara sangat murah, untuk menikmati keindahan alam bawah laut, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 50.000 untuk alat snorkeling manual dan alat snorkeling full face Rp 70.000. Pengelola juga menyediakan paket snorkeling Rp. 150.000/ orang dengan fasilitas tiket perahu, snorkeling, snack, dan makan siang ikan bakar.

Jumlah pengunjung yang menyewa alat snorkeling mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jika tahun 2015 jumlah pengunjung 30 orang per bulan, tahun 2016 68 orang perbulan, 2017 sebanyak 92 orang perbulan, tahun 2018 jumlahnya mencapai 123 orang perbulan atau naik 570%. Peningkatan jumlah pengunjung tentu berdampak pula pada jumlah penghasilan penyedia alat snorkeling, kini mereka mampu memiliki penghasilan sekitar Rp 7. 380.000 perbulan.

One thought on “Konservasi Pulau Panjang Tingkatkan Kunjungan Wisata dan Perekonomian Masyarakat

  1. Pingback: Konservasi Pulau Panjang | PLTU Tanjung Jati B

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *