Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan di Perusahaan

PT PLN (Persero) Unit Induk Pemabngkitan Tanjung Jati B sebagai pengelola PLTU Tanjung Jati B telah memiliki Sertifikat Teringrasi PAS 99:2012 yang meliputi Sistem Manajemen Lingkungan ISO  14001:2015, ISO 900:2015, OHSAS 18001:2017, ISO 26000:2010, ISO 31000:2009 dan ISO 50001:2011 dari badan sertifikasi independen QAI Certification Pte Ltd pada tanggal 27 November 2017 dan berlaku sampai 27 November 2020. Operator Management yang terdiri dari Operator PLTU Tanjung Jati B Unit 1&2 (TJBPS) dan Operator PLTU Tanjung Jati B Unit 3&4 (KPJB) juga telah menerapkan Sistem Manajemen Terintegrasi yang meliputi ISO 14001:2015, ISO 9001:2015 dan OHSAS:2007

Sistem Manajemen Lingkungan PLTU Tanjung Jati B terintegrasi dengan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang mencakup manajemen seluruh area dan kegiatan PLTU yang meliputi pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit, pembongkaran batubara dan batu kapur, penanganan limbah, pengelolaan ash yard / landfill dan kegiatan lain yang berkaitan dengan pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit. Sistem Manajemen Lingkungan PLTU Tanjung Jati B mencakup pengelolaan di internal PLTU TJB serta ekternal yang meliputi  supplier, kontraktor dan stakeholder lain yang terlibat di PLTU Tanjung Jati B.

 

Apresiasi Kemitraan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Indonesia sebagai salah satu negara megadiversitas yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Sebagai negara megadiversitas Indonesia memiliki potensi untuk memanfaatkan keanekaragaman hayati bagi kepentingan ekonomi masyarakat melalui proses bioprospeksi (bioprospecting). Di sisi lain, kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia terancam karena menjadi incara pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melalui pemanfaatan ilegal atau pencurian keanekaragaman hayati (biopiracy).

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam upaya perlindungan, pelestarian Puspa dan Satwa Nasional untuk menumbuhkan dan mengingatkan pentingnya Puspa dan Satwa dalam kehidupan kita, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tingkat Jawa Tengah dengan tema Nasional “Ayo Selamatkan Puspa Dan Satwa Sebagai Penyanga Kehidupan Mulai Dari Lingkungan Kita”.

Dalam acara tersebut dilakukan berbagai kegiatan seperti bersih-bersih pantai, gerakan penghinjauan dengan penanaman 1.000 batang tanaman konservasi di pesisir/ Pantai Widuri Kab. Pemalang, Pelepasan burung hasil penangkaran, Pameran satwa oleh Perhimpunan Kebun Binatang Indonesia (PKBSI) Jateng, Pemberian penghargaan kepedulian lingkungan (Pelestari SDG dan PROKLIM) serta penyerahan bantuan bibit tanaman produktif, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perkotaan dan konservasi pesisir pantai.

Memperhatikan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.60/Menlhk-Setjen/2015 tentang Peran Masyarakat dan Pelaku Usaha dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan. KLHK memberikan apresiasi kemitraan lingkungan hidup dan kehutanan kepada PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B yang telah melakukan kegiatan penenaman pohon/konservasi keanekaragaman hayati seluas 0,16 ha dalam periode waktu 2015-2016 di wilayah Jawa Tengah sebagai bentuk CSR/TJSP di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

 

Restocking Benih Rajungan, Udang Windu dan Penanaman Pohon Mangrove

PLTU Tanjung Jati B berkerjasama dengan BBPBAP Jepara, Alumni AUP Angkatan 21 seluruh Indonesia, Pemda Jepara dan nelayan rajungan menyelenggarakan kegiatan restocking rajungan dan udang windu serta penanaman pohon mangrove di perarian Kabupaten Jepara. Acara yang dilaksanakan Sabtu (15/9/2018) tersebut dihadiri oleh Kepala BBPBAP Jepara, Kadis Perikanan Kab Jepara, Perwakilan DKP Jateng, Alumni AUP Angkatan 21 sebanyak 80 Orang, perwakilan PLTU Tanjung Jati B dan nelayan rajungan Jepara.

Jumlah benih rajungan yang direstocking sebanyak 50.000 ekor dan jumlah udang windu sebanyak 50.000 ekor serta penanaman 500 pohon mangrove dilakukan di area Pulau Panjang  Jepara. Kegitan tersebut sebagai wujud kepedulian kepedulian PLTU Tanjung Jati B terhadap kelestarian lingkungan.

 

Abu Batubara PLTU Tanjung Jati B

PLTU Tanjung Jati B yang terletak di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara ini merupakan salah satu pembangkit terbesar di Indonesia. Pembangkit listrik ini menggunakan bahan bakar batubara dan menggunakan teknologi modern yang ramah lingkungan.

Abu pembakaran batubara

Abu sisa pembakaran batubara berupa Fly ash dan Bottom ash. Fly ash atau abu terbang ditanggap Electro Static Precipitatot (ESP) untuk dibuang ke ash pond. Teknologi ESP terbukti mampu mengatasi pencemaran udara dengan kemampuan menangkap abu terbang 99,3%. Sedang abu berat yang jatuh dibawah ruang bakar boiler ditampung di SSC dan dibuang juga ke ash pond, Gas buang dari pembakaran sebelum keluar melalui cerobong diturunkan kadar sulfurnya dengan teknologi Flue Gas Desulphurization (FGD).

Pemanfaatan abu batubara

Saat ini abu terbang batubara PLTU Tanjung Jati B digunakan oleh pabrik semen sebagai salah satu bahan campuran, Berbagai penelitian mengenai manfaat abu batubara sedang dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Selain pengganti dan bahan baku semen, abu terbang batubara juga memiliki berbagai kegunaan yang beragam diantaranya : Penyusun beton untuk jalan dan bendungan,bahan baku keramik, gelas, batu bata, dan refraktori

Penghargaan Indonesian CSR Award 2017

Indonesian CSR Award 2017

PLN Tanjung Jati B Sabet Dua Penghargaan Sekaligus Pada Malam Penganugerahan Indonesian CSR Award 2017

 

Indonesia CSR Award (ICA) merupakan event yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali, pertama kali digelar pada tahun 2005,  berbasis tridaya, tahun 2008 berbasis Triple Bottom Line, Tahun 2011 dan 2014 berbasis ISO 26000 SR CFCD. Tahun ini Indonesia CSR Award (ICA) kembali diselenggarakan untuk yang kelima kalinya dengan berpedoman SNI ISO 26000 : 2013 tentang Tanggung Jawab Sosial.

PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B berhasil menyabet dua penghargaan pada malam penganugerahan Indonesia CSR Award 2017 yang di selenggarakan Corporate Forum for Community Development (CFCD). Acara yang berlangsung di Raflesia Room Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan tersebut dihadiri perwakilan perusahaan-perusahaan penerima penghargaan. Hadir mewakili GM PLN Tanjung Jati B, Manajer Energi Primer Winarno menerima penghargaan Platinum Indonesia CSR Award 2017 dengan program “Batu Kapur Bersihkan Jepara” yaitu program penerapan teknologi sebagaiupaya untuk mengurangi emisi udara dari buangan PLTU batubara. Dengan teknologi FGD (Flue Gas Desulfurization) tersebut emisi Sox yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dapat dikendalikan dibawah ambang baku mutu yang diterapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penghargaan kedua yang diterima PLN Tanjung Jati B  adalah di bidang pelibatan dan pengembangan masyarakat (CID). Kategori penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ketrampilan, melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis inovasi dengan nama “SENTER” (Sentra Ternak Terpadu) PLN Tanjung Jati B meraih penghargaan Silver Indonesia CSR Award 2017.

Dalam program tersebut masyarakat sekitar PLTU Tanjung Jati B diberikan bantuan kambing secara bergulir yang pengelolaannya dan perkembangannya selalu dimonitor agar kemanfaatanya dapat dirasakan oleh seluruh kelompok usaha ternak. Tak hanya itu masyarakat juga diberikan pelatihan pengelolaan pakan, pelatihan pembutan pupuk organik dari kotoran kambing, pembuatan kandang komunal dan biogas. Sehingga masyarakat tidak hanya merasakan hasil langsung dari memelihara kambing tapi juga memiliki penghasilan lain dari pembuatan pupuk dan penggunaan biogas yang bisa mengurangi biaya pengeluaran rumah tangga. 

Penghargaan Indonesia Green Awards 2017

Indonesia Green Awards

Penganugerahan Indonesia Green Awards

PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B menerima penganugerahan Indonesia Green Awards 2017. Ini merupakan tahun kedua dimana tahun 2016 lalu PLN Tanjung Jati B juga menerima penganugerahan yang sama.

Indonesia Green Awards 2017 merupakan penghargaan lingkungan tahunan yang memasuki tahun ke 8 penyelenggaraan. Dari lima kategori penghargaan untuk perusahaan dalam IGA 2016 keseluruhannya diraih oleh PLN, Yakni

1. Penyelamatan Sumber Daya Air: Menjaga Sumber Air Sungai Mudal (PLN Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta)
2. Menghemat Energi dan Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan: Gas untuk Nelayan Gebang Mekar (PLN Distribusi Jawa Barat)
3. Mengembangkan Keanekaragaman Hayati: Cahaya Hayati dari Lubang Galian (PLN Wilayah Bangka Belitung)
4. Mempelopori Pencegahan Polusi: Kapur Bersihkan Langit Jepara (PLN Pembangkitan Tanjung Jati B)
5. Mengembangkan Pengolaan Sampah Terpadu: Sampah di Tangan Perempuan Ampenan (PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat).

Dengan berhasilnya PLN membawa pulang predikat pemenang dari seluruh kategori perusahaan, secara otomatis PLN berhak menerima penghargaan sebagai The Best Indonesia Green Awards 2017.

Penghargaan IGA 2017 diserahkan oleh IrjenKementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Imam Hendargo, Chairman The La Tofi School of CSR La Tofi dan Senior Advisor The La Tofi School of CSR Hamdan Zoelva kepada Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka. Momen ini disaksikan oleh General Manajer (GM) PLN Wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia, GM PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Ari Basuki, GM PLN Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana, serta GM Distribusi Jawa Tengah dan DIY Agung Nugraha.

Konservasi Pulau Panjang

Pulau Panjang merupakan salah satu pulau yang dikategorikan sebagai pulau-pulau kecil yang terdapat di Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Pulau panjang ini tepat berada di mulut/depan Teluk Awur, Perairan Jepara dan terletak di seberang (sebelah barat) Pantai Kartini, Jepara dengan luas kurang lebih 21,1 Ha dan didalamnya dipenuhi oleh vegetasi pantai. seperti mangrove, pinus, randu, petai cina, putri malu, pandan, waru laut dan kangkung laut.

 

Pulau panjang memiliki kemiringan yang relatif landai dan berpasir putih. Ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi namun bersifat rentan terhadap gangguan lingkungan. Tingginya pemanfaatan kompleksnyakegiatan di wilayah pesisir juga berpotensi mengancam kelestarian.

Pengelolaan lingkungan berkelanjutan merupakan pilihan bijak dalam mengatur pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau pulau kecil. Terbitnya Undang-undang No 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Keci dan Undang-undang No 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 27 Tahun 2007 diharapkan menjadi regulator dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Hadirnya regulasi ini selanjutnya diharapkan dapat menyeimbangkan tingkatpemanfaatan sumber daya pesisir dan berkelanjutannya melalui pengembangan Kawasan Konservasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KKP3K). Pembentukan kawasan konservasi (KKP3K) adalah sebagai upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta ekosistemnya untuk menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya.

Atas dasar itulah Pulau Panjang Kabupaten Jepara telah dicadangkan sebagai kawasan konservasi melalui Keputusan Bupati Jepara No. 522.5.2/728 Tahun 2003 tentang Pencadangan Kawasan Taman Pulau Kecil Pulau Panjang. Sebagai bagian dari kepedulian perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B (PLTU Tanjung Jati B) Jepara terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan di wilayah perairan Semenanjung Muria maka kegiatan perlindungan dan rehabilitasi ekosistem pulau-pulau kecil di Kawasan Konservasi Pulau Panjang perlu didukungdan dapat berperan aktif sebagai mitra pengelola kawasan konservasi tersebut.

Sebagai wujud dari komitmen tersebut PLN Tanjung Jati B masuk sebagai Kelompok Kerja (Pokja) Pengelola dan Sekretariat Pokja Pengelolaa Kawasan Taman Pulau Kecil Pulau Panjang, Kabupaten Jepara yang disahkan melalui Surat Keputusan Bupati Jepara No. 050/261 Tahun 2014 pada tanggal 12 September 2014.

Tujuan kegiatan tersebut adalah PLN Tanjung Jati B bersama sama dengan Pemerintah, Masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya untuk melindungi ekosistem terumbu karang, vegetasi pantai dan padang lamun dari ancaman pemanfaatan keanekaragaman hayati yang merusak di Kawasan Konservasi Pulau Panjang.

Manfaat dari kegitan itu sendiri selain melibatkan masyarakat dalam pengelolaan kawasan tersebut dan keanekaraganman hayati yang meningkat juga masyarakat pesisir Jepara dapat memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan ekowisata dan perikanan berkelanjutan.

Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan yang berkaitan dengan konservasi pulau panjang diantaranya pelatihan selam SCUBA kepada masyarakat dalam pengelolaan terumbu buatan Artifical Patch Reff (APR), Pelatihan Restocking Rajungan yang diadakan pada tanggal 11 januari 2017 dan dikuti oleh nelayan dari KUB Berkah Samudra. Aksi bersih bersih pantai Coastal Clean Up yang dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2016 dan diikuti lebih dari seratus orang dari berbagai elemen masyarakat. Penanaman cemara laut dilakukan pada tanggal 21-22 Desember 2016, pembuatan keramba untuk pemijahan rajungan 22-23 Desember 2016 serta penebaran telur rajungan setiap musim pemijahan rajungan.

Tahun 2016 program Konservasi Pulau Panjang mendapat penghargaan kategori pengembangan keanekaragaman hayati dalam ajang Indonesia Green Awards. Tidak hanya mendapat penghargaan program ini juga terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian warga. Berbagai macam bentuk usaha mulai bermunculan disana salah satunya adalah usaha penyewaan alat selam atau snorkeling.