Apresiasi Kemitraan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Indonesia sebagai salah satu negara megadiversitas yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Sebagai negara megadiversitas Indonesia memiliki potensi untuk memanfaatkan keanekaragaman hayati bagi kepentingan ekonomi masyarakat melalui proses bioprospeksi (bioprospecting). Di sisi lain, kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia terancam karena menjadi incara pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melalui pemanfaatan ilegal atau pencurian keanekaragaman hayati (biopiracy).

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam upaya perlindungan, pelestarian Puspa dan Satwa Nasional untuk menumbuhkan dan mengingatkan pentingnya Puspa dan Satwa dalam kehidupan kita, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tingkat Jawa Tengah dengan tema Nasional “Ayo Selamatkan Puspa Dan Satwa Sebagai Penyanga Kehidupan Mulai Dari Lingkungan Kita”.

Dalam acara tersebut dilakukan berbagai kegiatan seperti bersih-bersih pantai, gerakan penghinjauan dengan penanaman 1.000 batang tanaman konservasi di pesisir/ Pantai Widuri Kab. Pemalang, Pelepasan burung hasil penangkaran, Pameran satwa oleh Perhimpunan Kebun Binatang Indonesia (PKBSI) Jateng, Pemberian penghargaan kepedulian lingkungan (Pelestari SDG dan PROKLIM) serta penyerahan bantuan bibit tanaman produktif, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perkotaan dan konservasi pesisir pantai.

Memperhatikan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.60/Menlhk-Setjen/2015 tentang Peran Masyarakat dan Pelaku Usaha dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan. KLHK memberikan apresiasi kemitraan lingkungan hidup dan kehutanan kepada PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B yang telah melakukan kegiatan penenaman pohon/konservasi keanekaragaman hayati seluas 0,16 ha dalam periode waktu 2015-2016 di wilayah Jawa Tengah sebagai bentuk CSR/TJSP di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

 

Abu Batubara PLTU Tanjung Jati B

PLTU Tanjung Jati B yang terletak di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara ini merupakan salah satu pembangkit terbesar di Indonesia. Pembangkit listrik ini menggunakan bahan bakar batubara dan menggunakan teknologi modern yang ramah lingkungan.

Abu pembakaran batubara

Abu sisa pembakaran batubara berupa Fly ash dan Bottom ash. Fly ash atau abu terbang ditanggap Electro Static Precipitatot (ESP) untuk dibuang ke ash pond. Teknologi ESP terbukti mampu mengatasi pencemaran udara dengan kemampuan menangkap abu terbang 99,3%. Sedang abu berat yang jatuh dibawah ruang bakar boiler ditampung di SSC dan dibuang juga ke ash pond, Gas buang dari pembakaran sebelum keluar melalui cerobong diturunkan kadar sulfurnya dengan teknologi Flue Gas Desulphurization (FGD).

Pemanfaatan abu batubara

Saat ini abu terbang batubara PLTU Tanjung Jati B digunakan oleh pabrik semen sebagai salah satu bahan campuran, Berbagai penelitian mengenai manfaat abu batubara sedang dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Selain pengganti dan bahan baku semen, abu terbang batubara juga memiliki berbagai kegunaan yang beragam diantaranya : Penyusun beton untuk jalan dan bendungan,bahan baku keramik, gelas, batu bata, dan refraktori