Keanekaragaman Hayati

 

 

Pulau Panjang merupakan salah satu pulau yang dikategorikan sebagai pulau-pulau kecil yang terdapat di Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Pulau panjang ini tepat berada di mulut/depan Teluk Awur, Perairan Jepara dan terletak di seberang (sebelah barat) Pantai Kartini, Jepara dengan luas kurang lebih 21,1 Ha dan didalamnya dipenuhi oleh vegetasi pantai. seperti mangrove, pinus, randu, petai cina, putri malu, pandan, waru laut dan kangkung laut.

 

Melihat kondisi Pulau Panjang yang semakin terkikis areanya akibat abrasi dan menipisnya sumber daya hayati yang terdapat di area pulau baik di kawasan perairan maupun pesisir dan daratannya, PLTU Tanjung Jati B berinisiasi untuk bisa terlibat dalam pengelolaan kawasan pesisir dan perairan Pulau Panjang terutama untuk rehabilitasi dan perlindungan keanekaragaman hayati di kawasan Pulau Panjang.

Keinginan tersebut disampaikan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara dan mendapat sambutan yang baik untuk bekerja sama dalam pengelolaan konservasi Pulau Panjang. Kegiatan perlindungan dan rehabilitasi ekosistem pulau-pulau kecil sudah dilaksanakan sejak tahun 2014 mulai tahap persiapan sampai dengan sekarang.

Transplantasi karang dengan media substrat buatan di Pulau Panjang, Kabupaten Jepara telah dilakukan sejak tahun 2015. Transplantasi terumbu karang dilaksanakan dengan penambahan beberapa jenis baru untuk memperkaya jumlah karang transplant yang ada di APR Pulau Panjang. Salah satu faktor keberhasilan kegiatan transplantasi adalah monitoring dan pembersihan media transplantasi. Pembersihan media transplantasi dilakukan dengan menggunakan sikat untuk membersihkan alga dan sedimentasi yang menempel pada media transplantasi. Pengamatan terumbu karang yang dilakukan di APR Pulau Panjang dimulai dari pengamatan visual sensus. Selama ini untuk mengetahui jumlah karang transplant di lokasi APR dilakukan sampling, dan pada monitoring tahun 2018 dilaksanakan perhitungan secara menyeluruh dengan mendokumentasikan masing – masing karang transplant dan recruitment.

Saat ini tercatat jumlah karang transplant sebanyak 1335 koloni yang terdiri dari 5 jenis yaitu Acropora, Galaxea, Porites, Pocillopora, dan Styllopora dengan diameter rata – rata 13,38 cm. Sedangkan recruitment alami yang tercatat sebanyak 1485 koloni yang terdiri dari 8 jenis antara lain Acropora, Favites, Goniastrea, Montastrea, Montipora, Pocillopora, Porites, dan Styllopora.

Jumlah karang transplant terbanyak adalah jenis Acropora dengan jumlah 1311 atau 9890 dari total karang transplant. Hal ini mengingat karang jenis inilah yang paling cepat tumbuh dan membentuk terumbu karang. Hal ini dibuktikan dengan panjang koloni rata — rata jenis Acropora pada APR 2 yang ditanam pada tahun 2015 sebesar 20,18cm sedangkan jenis Porites yang ditanam pada waktu yang sama masih memiliki panjang rata – rata 7,28cm. Jumlah koloni karang transplant terbanyak berada pada APR 09 sebanyak 245 dan paling sedikit berada pada APR 07 sebanyak 26 koloni. Jumlah yang sedikit pada APR 07 bukan merupakan akibat dari matinya karang transplant melainkan karena memang belum di transplant secara menyeluruh.

Jumlah karang recruitment terbanyak berada pada APR 01 sebanyak 569 koloni menempel dan jumlah paling sedikit berada pada APR 10 sebanyak 25 koloni. Jumlah yang sangat banyak pada APR 01 dikarenakan APR 01 sudah ditanam sejak 2015 dan hal ini mengindikasikan hal yang positif karena dari trend yang ada, semakin lama jumlah karang recruitment yang menempelakan semakin banyak. Koloni recruitment yang paling banyak ditemukan adalah jenis karang Montastrea yang berbentuk pertumbuhan massive sebanyak 749 koloni. Jumlah terbanyak kedua merupakan karang berjenis Porites sebanyak 464 koloni. Disusul Pocillopora 212 koloni dan Goniastrea 44 koloni.

Data hasil pengamatan ikan tercatat sebanyak 9 species ikan yang ditemukan pada 11 APR . Species ikan Neopomacentrus cyanomus dari famili Pomacentridae memiliki kelimpahan total tertinggi yaitu 211 individu dan Neopomacentrus bankieri dengan 179 individu. Dominasi famili Pomacentridae dikarenakan famili ikan karang yang memiliki jumlah species terbanyak dan tersebar luas di ekosistem terumbu karang diseluruh dunia. Selain itu pada masing-masing APR juga terdapat perbedaan species-species ikan tertentu yang hanya dijumpai pada satu atau dua APR saja. Acreichthys sp hanya ditemukan pada APR no 3 dan 11. Species ikan grup indikator pada studi Chaetodon octofaciatus dan Chelmon rostratus hanya ditemukan pada APR no 3, 5,6, dan 8.

Ekosistem padang lamun di perairan Pulau Panjang, Jepara memperlihatkan lima jenis lamun yang ditemukan menyebar di tiga stasiun pengamatan, yaitu: Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata dan Halophila ovalis. Terdapat jenis lamun yaitu Halodule pinifolia, dan Halodule uninervis yang tidak berada pada ketiga stasiun tetapi menyebar di perairan Pulau Panjang, Jepara.
Lamun jenis Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata dan Cymodocea serrulata merupakan lamun yang mendominasi di setiap lokasi pengamatan. Lamun jenis tersebut merupakan lamun yang umum ditemukan hampir di setiap pesisir, karena merupakan jenis lamun yang kuat dan dapat hidup di berbagai jenis substrat dasar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jenis lamun yang diketemukan menyebar hampir merata di setiap lokasi.

Secara keseluruhan, rata-rata tutupan lamun di perairan Pulau Panjang, Jepara yaitu 70,8333% dapat dikatakan bahwa kondisinya baik, sedangkan kategori tutupannya termasuk dalam kategori . Jenis lamun yang mendominasi adalah Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata dan Cymodocea serrulata. Jenis Halophila ovalis hanya ditemukan di stasiun 1 dan 2, sedangkan jenis Enhalus acoroides hanya ditemukan di stasiun 2. Kondisi tinggi kanopi yang berada di Perairan Pulau Panjang dapat dikatakan baik dikarenakan persentase tutupan lamun yang tinggi. Berdasarkan pendataan yang dilakukan pada 3 stasiun lamun Pulau Panjang, Jepara ditemukan 11 jenis ikan dari 5 famili. Famili ikan terdiri dari Apogonidae, Chaetodontidae, Labridae, Pomacentridae, Monacanthidae. Jenis terbanyak yang ditemukan yaitu species ikan Pomacentrus taeniometopon dari famili Pomacentridae yaitu pada stasiun 1 sebanyak 7 individu dan stasiun 3 sebanyak 10 individu, sedangkan pada stasiun 2 jenis terbanyak yang ditemukan adalah species ikan Haliochoeres chloropterus dari famili Labridae yaitu sebanyak 8 individu. Selain ikan karang, pengamatan juga dilakukan pada megabentos. Hasil yang diperoleh adalah terdapat 3 jenis megabentos yang ada di 3 lokasi padang lamun. Adapun jenis megabentos yang paling sering ditemukan adalah jenis Holothuria sp dengan total 13 individu pada keseluruhan stasiun. Jenis megabentos yang paling sedikit ditemukan adalah bivalvia dengan total 10 individu pada keseluruhan stasiun.

Untuk menjaga kondisi populasi vegetasi darat ditaman cemara laut yang berfungsi mengurangi ancaman abrasi Pulau Panjang, Program yang sudah berjalan dalam 3 (tiga) tahun terakhir ini adalah berupa penanaman vegetasi pantai jenis Cemara Laut (Cassuarina eguisetifolia) sebanyak 1000 batang pada tahun pertama dan 500 batang masing-masing pada tahun ke dua, tahun ke tiga. Cemara laut ditaman dengan luasan 0,37 Ha sebaran pohon cemara berada di bagian tenggara pulau bagian dermaga penyebrangan. Cemara laut yang berumur 3 (tiga) tahun tumbuh dengan baik dan secara signifikan memperluas kawasan vegetasi di sisi selatan Pulau Panjang dengan kerapatan berkisar 33- 34 ind./100 m2, tinggi tanaman berkisar 7 – 9 m dan lingkar batang 33 – 35 cm.  Cemara laut umur 2 (dua) tahun juga tumbuh cukup bagus di sisi selatan dan timur Pulau Panjang dengan kerapatan berkisar 32-34 ind, tinggi berkisar 2-3 m dan lingkar batang 8-9 cm. Cemara laut berumur 1 (satu) tahun menunjukkan tingkat pertumbuhan yang belum stabil dan perlu pemeliharaan yang lebih baik. Di lokasi penanaman sisi barat pulau dalam plot pengamatan seluas 100 m2 ditemukan sebanyak 23 batang dengan tanaman yang hidup dengan tinggi sekitar 2 – 4 m dan lingkar batang 8 -12 cm. Dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pohon berkurang sebanyak 11 pohon. Untuk tinggi serta lingkar batangnya mengalami peningkatan yang cukup besar. Jika dilakukan perawatan dengan baik, hasil penanaman ini akan lebih baik lagi.

Program Konservasi Pulau Panjang Jepara berhasil meraih penghargaan kategori pengembangan keanekaragam hayati pada ajang Indonesia Green Arawds 2016. Dampak positif dari program Konservasi Pulau Panjang terhadap perekonomian masyarakat setempat juga mulai terlihat, berbagai macam usaha mulai bermunculan disana salah satunya adalah usaha penyedia sewa alat snorkeling. dimana mereka saat ini mampu memiliki penghasilan sekitar 7 juta perbulan.

Selain konservasi Pulau Panjang PLTU Tanjung Jati B juga memiliki program perlindungan dan pemeliharaan keanekaragaman hayati di kawasan PLTU Tanjung Jati B atau Ekowisata dengan melakukan penangkaran rusa serta penangkaran burung merak.