Kebijakan CSR

 

PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B berkomitmen sebagai perusahaan yang memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan secara terstruktur, sistematis dan berkelanjutan.

Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut perlu dirumuskan kebijakan sebagai pedoman perusahaan yaitu :

1. Visi CSR

Menjadi perusahaan yang berperan aktif dalam peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat serta kepedulian terhadap lingkungan sehingga terwujud keharmonisan hubungan antara perusahaan dengan masyarakat

2. Misi CSR

1) Meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendidikan
2) Memberdayakan potensi lokal menuju peningkatan taraf ekonomi masyarakat
3) Bersinergi dengan masyarakat dalam upaya menjaga keselarasan lingkungan dan kelestarian alam

3. Wilayah Pengembangan Masyarakat

Wilayah pengembangan masyarakat PLTU Tanjung Jati B terbagi menjadi ring 1, 2, dan 3. Ring 1 terdiri dari desa Tubanan, Kaliaman, dan Bondo. Ring 2 terdiri dari desa Karanggondang, Jerukwangi, Kedung Leper, Kancilan, Wedelan dan Balong. Sedangkan ring 3 adalah wilayah di luar ring 1 dan 2 yang masih merupakan wilayah kabupaten Jepara.

4. Isu Strategis

1) Pendidikan
Realitas tingkat pendidikan masyarakat di wilayah ring 1 PLTU Tanjung Jati B tergolong rendah. Rata-rata masyarakat tidak tamat masa wajib belajar atau hanya menyelesaikan pendidikan SD dan SMP. Selain pendidikan formal yang rendah, masyarakat juga tidak memiliki keterampilan sehingga berdampak pada sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak atau untuk mengembangkan usaha.Hal ini yang melatar belakangi PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B melaksanakan program berbasis pendidikan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

2) Ekonomi
Latar belakang pendidikan yang rendah, menempatkan masyarakat wilayah ring 1 PLTU Tanjung Jati B pada golongan ekonomi Keluarga Miskin. Hal ini disebabkan oleh tingginya jumlah masyarakat usia angkatan kerja yang memiliki keterbatasan kesempatan bekerja atau mengembangkan usaha. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B melaksanakan program CSR berbasis pada potensi lokal dan berkelanjutan yang diharapkan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

3) Sosial dan Budaya
Kultur masyarakat di wilayah ring 1 PLTU Tanjung Jati B kental dengan corak agraris dan bahari namun sudah mulai mengalami penurunan kohesi sosialnya. Penyebabnya adalah tingginya pengaruh budaya modern yang jauh dari adat dan etika masyarakat lokal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B melaksanakan program CSR berbasis sosial dan budaya dalam rangka mengembangkan budaya lokal sebagai identitas dan modal sosial.

4) Kelestarian Alam
Kegiatan operasional perusahaan sedikit banyak memberikan dampak terhadap kualitas lingkungan hidup di sekitarnya. Oleh karena itu, PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B melaksanakan kegiatan pelestarian alam untuk meningkatkan keselarasan dengan lingkungan.

5. Strategi Pelaksanaan CSR

1) Capacity Building
Capacity Building adalah program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan serta kapasitas masyarakat, sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menuju peningkatan kualitas hidup yang lebih baik di era persaingan global.

2) Community Empowerment
Community Empowerment adalah program pengembangan masyarakat berbasis pada potensi lokal dengan tujuan untuk memberikan akses kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan.

3) Infrastructure
Infrastructure menitik beratkan pada pembangunan fasilitas berupa sarana publik yang dapat mempermudah akses bagi masyarakatdan infrastruktur yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

4) Charity
Charity adalah program yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat yang bersifat bantuan secara sukarela dalam aspek sosial, budaya, keagamaan dan keolahragaan serta bencana alam. Charity bertujuan untuk mengembangkan budaya lokal sebagai identitas dan modal sosial.