Kebijakan Lingkungan

 

PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B berkomitmen untuk selalu peduli terhadap  lingkungan yang telah dituangkan pada KEBIJAKAN INTEGRASI PAS 99 antaralain :

1. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan, Sistem Manajemen Keselamatandan Kesehatan Kerja, Sistem Manajemen Pengamanan, kepedulian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, maupun Sistem Manajemen lain yang terintegrasi dalam TJB-IMS secara konsisten, untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

2. Mematuhi peraturan perundangan dan ketentuan lain yang berlaku terkait dengan Sistem ; Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sistem Manajemen Pengamanan maupun Sistim Manajemen lain  sesuai standar Nasional maupun lnternasional.

3. Mengupayakan penurunan pemakaian sumber daya energi sebesar 2% per tahun dan sumber daya air sebesar 5% per tahun melalui program efisensi energi dan konservasi air serta pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia dalam pengendalian operasi dan pemeliharaan yang optimal guna mendukung peningkatan kinerja TJB mencapai”Bussiness Excellence”.

4. Mengelola proses bisnis PT PLN Unit Tanjung Jati B sesuai prinsip prinsip Good Coorporate Goverment (GCG) secara sistematis untuk mencapai optimalisasi life cycle activity dan life cycle cost dalam peningkatan ketersediaan, kehandalan dan efisiensi pembangkit berkaitan operasional asset dan energi dengan mempertimbangkan tingkat risiko dan dampak terhadap sistem, lingkungan dan K3, guna menjamin kepuasan Stakeholder khususnya Customer dan Supplier.

5. Mewujudkan Green Power Plant dengan meningkatkan nilai indeks keanekaragaman sebesar 0,4% melalui program penghijauan lingkungan, perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

6. Mewujudkan Clean Power Plant dengan melaksanakan program produksi bersih yang meliputi pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 sebesar 5% per tahun, 3R (Reduce, Reuse, Recycle)limbah non B3 pengurangan sebesar 7% per tahun dan pemanfaatan 90% per tahun, penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 6.000 ton CO2eq, penurunan emisi konvensional sebesar 15.000 ton SOx, 15.000 ton NOx dan 100 ton partikulat per tahun, serta implementasi sistem manajemen house keeping 5S secara berkelanjutan.

7. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, pencemaran lingkungan dengan mengendalikan aspek dan dampak lingkungan serta bahaya potensial keselamatan dan kesehatan kerja pada setiap kegiatan dalam proses pengelolaan asset dan energi di seluruh unit kerja.

8. Menjamin proses tinjauan manajemen dilaksanakan secara periodik minimal setiap 1 (satu) tahun sekali dan atau sesuai kebutuhan perkembangan usaha perusahaan, guna menjamin kesinambungan kecocokan (suitainability), kecukupan (adequacy) dan keefektifannya termasuk menilai peluang perbaikan dan kebutuhan merubah sistem manajemen khususnya kebijakan, strategi, sasaran dan program berkaitan pemenuhan standar sistem manajemen yang diimplemensikan dan ditetapkan dalam Integrated Management System .

9. Menjamin setiap ketidaksesuaian maupun potensi ketidaksesuaian terkait kinerja proses dan hasil dalam lmplementasi Integrated Management System, dilaksanakan tindakan pencegahan dan perbaikan sesuai analisa penyebab utama yang terjadi serta menjamin efektifitas tindakan secara Continual Improvement

10. Menjamin kebijakan ini didokumentasikan dan dikomunikasikan kepada seluruh Karyawan dan Stakeholder yang relevan khususnya pelanggan dan rekanan yang dipersyaratkan harus menerapkan dan memahami kewajibannya terkait Kebijakan Sistem Manajemen melalui pengelolaan informasi perusahaan